4 Perusahaan Indonesia Dapat Penghargaan Inovasi CSR Tingkat Asia

Pelatihan CSR – Empat perusahaan asal Indonesia masuk daftar penerima penghargaan Asia Responsible Entrepreneurship Award (AREA) 2017, Jumat (2/6/2017). Penghargaan ini datang dari Enterprise Asia. Keempat perusahaan tersebut adalah PT Japfa Comfeed Indonesia PT Combiphar, PT Bhimasena Power Indonesia, dan PT Pembangkitan Jawa Bali. AREA merupakan ajang tahunan yang pada tahun ini sudah digelar untuk kali ketiga. Kriteria penghargaan adalah inovasi program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility atau CSR). “Kami menyoroti upaya-upaya bisnis untuk mempromosikan perusahaan lewat program tanggung jawab sosial yang manusiawi dan berkelanjutan,” ujar Chairman of Enterprise Asia, Tan Sri Fong Chan Onn, saat memberikan sambutan malam anugerah di Bangkok, Thailand, Jumat malam. 

Pada 2017, penghargaan diberikan dalam 6 kategori, yaitu social empowerment, investment in people, health promotion, green leadership SME CSR, dan responsible bussiness leadership. Total, ada 57 perusahaan yang menerima anugerah untuk tahun ini.
“Ada lebih dari 300 pengajuan program tanggung jawab sosial dari 14 negara di Asia yang telah kami terima,” imbuh Fong.

Dari hidup sehat sampai bantuan pendidikan

Empat perusahaan asal Indonesia yang masuk daftar penerima penghargaaan masuk dari kategori health promotion dan social empowerment.

Wujud inovasinya berbeda-beda, mulai dari edukasi tentang pentingnya hidup sehat, sekolah gratis, hingga pemberdayaan masyarakat.

PT Combiphar, misalnya, memiliki program “COMBI HOPE Healthy Living Education” yang fokus soal upaya mewujudkan hidup sehat di Indonesia pada masa depan.

Berjalan sejak 2014, program ini menekankan tujuan pada peningkatan kemampuan baca tulis dan akses terhadap pendidikan kesehatan bagi generasi muda Indonesia.

Semula, target sasaran program adalah 2.000 siswa di Jakarta, representasi kota besar. Namun, pada tahun pertama program, pesertanya malah sudah melampaui target yaitu diikuti 6.500 pelajar dari 48 SMA di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.

Lain lagi dengan inovasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Lewat program “JAPFA4KIDS” yang dimulai pada 2008, perusahaan ini mencoba mengenalkan, mempromosikan, meningkatkan kesadaran, dan menciptakan sistem di sekolah tingkat dasar, mengenai pentingnya gizi seimbang.

“Kami fokus pada kesadaran hidup bersih dan sehat bagi anak-anak Indonesia, khususnya yang berada di daerah-daerah terpencil,” ujar Corporate Affair Director Japfa, Rachmat Indrajaya, kepada Kompas.com, Jumat.

Hingga 2016, program tanggung jawab sosial itu mencatat penerima manfaat sebanyak 111.942 siswa dan 7.166 guru dari 632 sekolah yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia.

Adapun PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) memiliki program tanggung jawab sosial bertajuk “Akademi Komunitas PJB”. Program tersebut fokus pada pemberian beasiswa pendidikan kejuruan tingkat Diploma 1.

Sasaran program adalah para siswa setingkat SMA yang kurang mampu dan tinggal di sekitar pembangkit listrik PJB.

“Program ini banyak diapresiasi banyak pihak. Kami sudah mendapatkan beberapa penghargaan nasional. Sekarang (malam ini) bahkan mendapat penghargaan di tingkat Asia,” tutur General Manager PT PJB UP Paiton, Abu Hasan, Jumat. Lalu, PT Bhimasena Power Indonesia memenangi penghargaan dengan program “Community Empowerment through Social Mitigation Program”. Pemberdayaan masyarakat mereka dorong dengan penciptaan kelompok-kelompok usaha mikro melalui program tersebut.
“Saat ini ada 122 kelompok dengan jumlah anggota 1.896 orang yang tersebar di 14 desa di wilayah proyek (perusahaan),” kata Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia Shiroki Yamasita kepada Kompas.com, seusai menerima penghargaan.

Shiroki mengapresiasi AREA dan berharap anugerah seperti ini bisa jadi motivasi banyak perusahaan untuk mulai memikirkan kesadaran bertanggung jawab sosial, yang bermanfaat dan berdampak baik bagi masyarakat pada masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 − = zero