“Banyak program CSR hanya sebatas insidental”

Sindonews.com – Banyak program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan-perusahaan di Indonesia dinilai hanya sekedar insidental dan dilakukan sekedar sebagai ‘pemadam kebakaran’.”Jumlah perusahaan yang mengimplementasikan program CSR menunjukkan perkembangan signifikan. Namun banyak yang sekedar insidental, maka bisa kita lihat banyak program yang ada sering tidak berkelanjutan, justru menimbulkan ketergantungan dan berbagai masalah sosial lain di masyarakat,” ujar Ketua Jurusan PSdK FISIPOL UGM, Susetiawan, Senin (24/6/2013).

Pada Seminar dan Launching S2 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Minat Khusus CSR, hari ini, di Pascasarjana FISIPOL UGM, Susetiawan menambahkan, keberhasilan program CSR sangat ditentukan oleh kapasitas kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Namun, ada beberapa kelemahan pelaksanaan program CSR, yaitu banyaknya perusahaan yang tidak memiliki departemen khusus yang menangani program CSR.

“CSR juga masih dianggap sebgai kegiatan ‘kosmetik’ belaka. Sayangnya, kinerja pengelolaan CSR hanya dilihat dari serapan anggaran, bukan kemandirian masyarakat. Ini butuh komitmen hati nurani,” ujarnya.

Sementara, Ketua Prodi S2 PSdK FISIPOL UGM, Hempri Suyatna mengatakan, perspektif institusionalisme mensyaratkan adanya struktur organisasi dan tata kelola sumberdaya manusia yang tepat di bidang CSR. Sehingga, program CSR yang dilakukan sesuai prinsip pemberdayaan.

“Selain itu juga terbuka peluang untuk berkolaborasi dengan institusi lain karena sumberdaya manusia yang jelas menjadi sarana komunikasi antar pihak. Atas dasar itulah kita launching S2 PSdK Minat Khusus CSR sebagai kontribusi jurusan untuk memperkuat kompetensi dan kualitas SDM dalam pengelolaan CSR,” ujarnya.

Manager CSR PT Pertamina, Ifki Sukarya menuturkan, beberapa contoh program CSR yang dilakukan BUMN tersebut diantaranya merintis sekolah sahabat bumi dengan menyeleksi sekolah-sekolah yang telah berhasil mendapatkan penghargaan adi wiyata.

“Saat ini sudah ada 187 sekolah sahabat bumi untuk tingkat SMA, SMP dan SD. Kami juga melakukan pendampingan terhadap UMKM agar mampu mengelola limbah hingga ramah lingkungan,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× five = 45