Bupati Banyuwangi Pilih Dana CSR Untuk Festival, Ketimbang Infrastruktur Desa

Pelatihan CSR | Jadwal Pelatihan CSR 2015

komunitasB-Fest 2015 atau Banyuwangi festival digelar lebih awal, acara yang diprediksikan berlangsung megah itu memang tak menggunakan anggaran APBD sebagaimana tahun sebelumnya, melainkan didanai CSR dari perusahaan Swasta dan BUMN.Ditaksir, anggaran dari 36 kagiatan itu mencapai Milyaran Rupiah. Pada tahun 2013, acara yang sama menghabiskan anggaran APBD senilai Rp 5 Milyar. Kegiatan itu, berlangsung selama 4 bulan.Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan selain diambil dari dana APBD, anggaran sponsorship juga ikut mendukung ragam acara dalam B-Fest. Dia juga menyangkal anggaran senilai Rp.5 Milyar sangat sedikit, dibandingkan dengan perayaan yang sama di daerah lain.Ucapnya, saat itu.

Anggaran yang digunakan untuk acara hura-hura itu berbeda jauh dengan kondisi Banyuwangi saat ini, sejumlah wilayah di beberapa kecamatan masih mengeluhkan infrastruktur yang minim.

Terkait fasilitas Banyuwangi digital Society bekerjasama dengan PT Telkom, yang diresmikian pada 2013 lalu juga tidak bisa dinikmati secara merata.

Disisi lain, terkait penerangan Jalan di sejumlah desa di Kecamatan Muncar masih belum tersedia. Pantauan di desa Kedungrejo, Kedungringin, hingga ke Desa Kedung Gebang, Tegal Dlimo, tidak ada penerangan jalan, Warga setempat beberapa kali telah mengeluhkan, namun belum ada respon dari Pemerintah setempat. Penerangan Jalan hanya terlihat di Pusat keramaian seperti Desa Tembokrejo dan Desa Sumber Ayu, itupun tidak mencapai 5 Km.

Di Kecamatan Srono, sejumlah jalan dipemukiman turut dikeluhkan. Di Sumbersari,warga setempat mengeluh jalan setapak mereka hingga kini urung terealisasi sebagaimana janji-janji yang disampaikan para Politisi saat berkampanye 2014 lalu.

Ngadimin (46), warga Bagurejo kepada media ini mengaku sejumlah jalan di desanya belum dibangun dengan baik, apalagi penerangan jalan.

“Ada beberapa yang dibangun, tetapi dipemukiman belum ada jalan seperti pavingan gitu, disini juga kalau malam gelap-gulita ini karena tidak ada lampu jalan (Penerangan Jalan-red) ya kami minta pemerintah segera bangun”Ujar ngadimin

Bambang Smith, Ketua Ormas dan LSM Jawa Timur saat dimintai tanggapannya Selasa (3/2) menilai jika Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pintar dalam pencitraan apalagi pencitraan media massa. Padahal, Banyuwangi itu memiliki luas 5.782,50 km persegi, tetapi kemajuan hanya tampak di sisi kota.

“Ini terjadi disparitas antar wilayah, kecamatan dan desa terkait konsep pembangunan di Banyuwangi, memang harus diakui Banyuwangi sejak di bawah kepemimpinan Bupati Anas ada sedikit kemajuan, dari sisi APBD terus naik pada tahun 2015 yang disahkan senilai Rp2,443 triliun. Namun jangan sampai, APBD ini digunakan untuk program pencitraan ” Tegas Smith

Sementara itu, Bupati Banyuwangi hingga berita ini ditulis belum dapat dikonfirmasi terkait perihal tersebut. Wartawan media ini yang mencoba mewawancarai di Kantornya di Jl.A Yani, tidak dapat ditemui.

(gnr/art/ynr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× nine = 63