Tinjau Ulang Tata Kelola KLB dan CSR, Sandi: Sistemnya Belum Baik

CSR Reportspelatihan csr -.Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno akan meninjau ulang sistem tata kelola penggunaan dana CSR dan Koefisien Luas Bangunan (KLB). Sandiaga menerima laporan jika pengelolaan CSR dan KLB selama ini belum menganut sistem yang baik.”Dari segi kebijakan itu ada beberapa masukan ke kita, kalau pengelolaannya belum menganut sistem pengelolaan yang baik. Itu nanti salah satu yang akan kita pelajari dan target yang sama juga untuk KLB,” ujar Sandiaga kepada detikcom, Kamis (3/11/2017).Sandiaga mengatakan Pemprov DKI ke depan harus menganut sistem pemerintahan yang terbuka, transparan, dan akuntabel. Salah satu yang dilakukan dengan membenahi sistem pengelolaan CSR dan KLB yang selama ini mendorong pertumbuhan pembangunan di DKI. Sandiaga akan mengkajinya segera. Continue reading

Masyarakat Betawi Ingin CSR Sokong Seni Religi

Great-LeaderPelatihan CSR – Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) DKI Jakarta menyarankan pemerintah untuk mengajak perusahaan melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk ikut serta dalam acara-acara pelestarian kebudayaan. Mereka ingin swasta jangan hanya dilibatkan dalam pembangunan fisik saja, budaya juga perlu dukungan CSR karena jika hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup.”Pemerintah harus bantu dengan CSR juga dong. Jangan hanya untuk trotoar terus, untuk melestarikan budaya juga perlu CSR karena kalau hanya mengandalkan APBD saja tidak cukup dananya,” kata Ketua Umum LKB, Tatang Hidayatdalam acara lomba nasyid Senin (9/10) siang Continue reading

Meski Produksi Menurun, Pertamina EP Tak Kurangi CSR

hand

Pelatihan CSR – Meski tingkat produksi minyak dan gas mengalami penurunan dan harga belum membaik, Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah SKK Migas, tetap komitmen menjalankan program tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan, belum lama ini perseroan memborong sejumlah penghargaan di bidang CSR. Pertamina EP berhasil meraih 14 penghargaan dari 16 program CSR dari Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) yang diselenggarakan Corporate Forum for Community Development (CFCD).

Continue reading

Pemerintah Dinilai Gagal Pahami Definisi CSR untuk Industri Rokok

csr secara umumPelatihan CSR - Pemerintah dinilai gagal memahami definisi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau CSR terutama saat berkaitan dengan industri rokok. “Karena apa yang dilakukan industri rokok di Indonesia itu bukan CSR tapi pengelabuan, sayangnya pemerintah tak mau tahu dan gagal paham apa sebenarnya tanggung jawab social perusahaan itu,” kata aktivis Lingkar Studi CSR, Jalal saat diskusi soal Camput Tangan Industri Rokok di Jakarta, Senin, 28 Agustus 2017.Jalal mencontohkan, industri rokok kerap kali mengklaim telah melakukan kegiatan CSR. “Mengecat rumah atau menyediakan air bersih misalnya,  apakah itu CSR? Apakah kegiatan itu sebagai dampak yang ditimbulkan dari beroperasinya industri rokok. Itu namanya ngeles. Mereka itu doing well while doing bad, ingin tetap untung meski aksinya negatif,” ujarnya. “Celakanya, pemerintah menganggap kegiatan itu CSR perusahaan rokok yang harus didukung.Menurut Jalal, berbagai studi di tingkat global sudah menemukan apa sesungguhnya yang menjadi motivasi industri rokok untuk melakukan CSR-washing, atau menunggangi istilah CSR untuk mencapai tujuan yang bertentangan dengan pembangunan berkelanjutan. Continue reading

4 Perusahaan Indonesia Dapat Penghargaan Inovasi CSR Tingkat Asia

Pelatihan CSR – Empat perusahaan asal Indonesia masuk daftar penerima penghargaan Asia Responsible Entrepreneurship Award (AREA) 2017, Jumat (2/6/2017). Penghargaan ini datang dari Enterprise Asia. Keempat perusahaan tersebut adalah PT Japfa Comfeed Indonesia PT Combiphar, PT Bhimasena Power Indonesia, dan PT Pembangkitan Jawa Bali. AREA merupakan ajang tahunan yang pada tahun ini sudah digelar untuk kali ketiga. Kriteria penghargaan adalah inovasi program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility atau CSR). “Kami menyoroti upaya-upaya bisnis untuk mempromosikan perusahaan lewat program tanggung jawab sosial yang manusiawi dan berkelanjutan,” ujar Chairman of Enterprise Asia, Tan Sri Fong Chan Onn, saat memberikan sambutan malam anugerah di Bangkok, Thailand, Jumat malam. 

Continue reading

anisePelibatan corporate social responsibility (CSR) dalam program Pemprov DKI menjadi perhatian gubernur terpilih Anies Baswedan. Untuk mencegah penyalahgunaan dalam CSR, ia berencana untuk membentuk lembaga khusus yang mengurusi CSR.”Kita tidak akan gegabah. CSR nanti akan diinstitusikan. Tidak dibuka (penggunaan CSR) tapi tidak ditutup, diatur nanti,” kata Anies di Ciracas, Jakarta Utara, Senin (22/5). Pembentukan lembaga yang mengurusi CSR, katanya, dilakukan agar proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan CSR dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga gubernur tidak menggunakan hak diskresinya tanpa dasar yang jelas.”Ketika gubernur melakukan diskresi itu harus ada proses, prosesnya itu yang dibuat kelembagaan. Artinya, misalnya, ada tim yang evaluasi usulan-usulan kegiatan yang mau dibiayai CSR. Kemudian mengevaluasi nama-nama perusahaan yang mau terlibat dalam CSR. Jadi bukan random di tangan gubernur,” jelasnya. Dengan begitu proses pengambilan keputusan menggunakan hak diskresi untuk CSR tidak sekadar keputusan gubernur. Melainkan sudah diperhitungkan melalui lembaga yang dibentuk secara legal.