Mendorong Kewirausahaan Sosial Bidang Pariwisata

Social entrepreneurship atau kewirausahaan sosial perlu semakin didinamiskan, khususnya implementasinya di bidang pariwisata, dan lebih spesifik lagi di sektor wisata pedesaan. Di satu sisi, model kewirausahaan ini bisa dikatakan lebih membumi dalam konteks masyarakat pedesaan, dan di sisi lain, diperkirakan lebih efektif (tepat sasaran) dalam menerapkan prinsip dasar kepariwisataan berbasis masyarakat (community-based tourism / CBT).Entrepreneur menurut kamus Oxford dimaknai sebagai, “a person who undertakes an enterprise or business, with the chance of profit or loss.”  Sementara itu, entrepreneur sendiri dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu business entrepreneur dan social entrepreneur. Perbedaan pokok keduanya utamanya terletak pada pemanfaatan keuntungan. Bagi business entrepreneur keuntungan yang diperloleh akan dimanfaatkan untuk ekspansi usaha, sedangkan bagi social entrepreneur keuntungan yang didapat (sebagian atau seluruhnya) diinvestasikan kembali untuk pemberdayaan “masyarakat berisiko.”

Continue reading

Kewirausahaan Sosial, Apakah Itu?

Intisari-Online.com – Kewirausahaan sosial atau social entrepreneurship merupakan titik tengah antara aktivisme sosial dengan aktivisme ekonomi. Kemunculannya dalam satu dekade terakhir menepis anggapan bahwa dalam bisnis hampir mustahil berbuat sesuatu yang bersifat sosial. Bkonsep kewirausahaan sosialegitu juga sebaliknya, kerja sosial itu hampir tidak mungkin mendapatkan manfaat ekonomi. Usman Hamid (42 tahun), seorang aktivis sosial, menilai cara ini sebagai satu percobaan yang baik untuk dijadikan contoh. Sebab, banyak perusahaan yang selama ini merasa sulit untuk berbuat “sosial”. Begitu juga dalam beraktivisme sosial, banyak yang merasa hampir tidak mungkin mendapat manfaat ekonomi.

Continue reading

Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Sosial (Community Entrepreneurship)

Jadwal Pelatihan CSR 2018 | Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Sosial (Community Entrepreneurship)

Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Sosial (Community Entrepreneurship)- Kewirausahaan sosial atau social entrepreneurship merupakan titik tengah antara aktivisme sosial dengan aktivisme ekonomi. Kemunculannya dalam satu dekade terakhir menepis anggapan bahwa dalam bisnis hampir mustahil berbuat sesuatu yang bersifat sosial. Begitu juga sebaliknya, kerja sosial itu hampir tidak mungkin mendapatkan manfaat ekonomi. Di Indonesia, model seperti ini memang belum begitu populer, bahkan belum ada. Kewirausahaan sosial berbeda dengan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sebab, program CSR hanya bagian kecil saja dari kegiatan perusahaan. Memang banyak perusahaan yang mendirikan sekolah gratis, rumah sakit, dan seterusnya. Akan tetapi semua itu bukan misi utama perusahaan. Tujuan utama dari kewirausahaan sosial adalah untuk meningkatkan kehidupan sosial dan lingkungan yang lebih baik. Continue reading