Kegiatan CSR Perlu Berstandarisasi Guna Tingkatkan Potensi Indonesia

Jadwal Pelatihan CSR 2015 (klik disini)

Sbpd diyejak muncul pada 1970, corporate social responsibility (CSR) cenderung dipandang sebatas kegiatan yang bersifat filantropis. CSR biasanya dianggap sebagai kegiatan korporasi dalam melakukan kebaikan umum.Memasuki abad ke-21, keberadaan CSR memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai (value creation) bisnis. Program CSR yang berkualitas dinilai mampu meningkatkan pembangunan ekonomi dalam negeri.Mendorong semakin banyaknya CSR, Tanoto Foundation mengadakan kuliah umum di Auditorium Magister Management Universitas Indonesia, Jakarta, Selasa (10/3). Kuliah umum yang bertema “Corporate Social Responsibility di abad ke-21”, menghadirkan Professor of Legal Studies & Business Ethics dari The Wharton School, University of Pennsylvania Janice Bellace.

Dalam kuliahnya, Janice Bellace mengatakan, untuk membangun Indonesia, pemerintah perlu membuat sebuah standar dalam pelaksanaan kegiatan CSR. “Standar tersebut membuat tiap perusahaan saling berkompetisi menciptakan kegiatan CSR yang berkualitas serta berkelanjutan,” ujar Bellace.

Pada era sebelumnya, tanggung jawab perusahaan (CSR) memang tidak berjalan dengan baik. “Oleh karena itu, kini keberadaan perusahaan diharapkan makin memberikan impact besar kepada masyarakat,” tekan Bellace.

Dalam mendukung kegiatan tersebut, diperlukan dukungan dari pemerintah dan swasta dalam menyebarkan prinsip dan langkah yang tepat pada program CSR. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Tanoto Foundation Indonesia, Sihol Aritonang berharap para peserta kuliah atau mahasiswa dapat menerapkan prinsip-prinsip CSR dalam pekerjaannya mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


seven × 1 =