Muhaimin: Salurkan CSR Perusahaan Untuk Pengembangan Wirausaha

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengajak perusahaan-perusahaan di Indonesia agar menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pengembangan wirausaha, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri.”Kita ajak perusahaan-perusahaan besar agar memberikan program CSR untuk pengembangan wirausaha di Indonesia. Program pemberdayaan masyarakat ini diharapkan membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan  kesejahteraan masyarakat setempat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (1/3/2014).

Ujaran itu Muhaimin lontarkan sesuai melakukan Kunjungan kerjanya ke PT Chevron Pasific Indonesia dan PT Indah Kiat Pulp&paper di Pekanbaru Riau Jumat (28/2/2014). Muhaimin mengatakan pemerintah menyampaikan apresiasi kepada semua perusahaan yang  telah bersedia menyalurkan CSR-nya bagi masyarakat sekitar.

Pemberian CSR tersebut menurutnya merupakan salah satu bentuk dan wujud partisipasi dan kepedulian sosial perusahaan dalam rangka pembangunan kesejahteraan bagi masyarakat yang berada di sekitar lingkungan perusahaan.

“Namun alangkah baiknya, apabila pemberian CSR ini dapat lebih difokuskan untuk mendukung pengembangan wirausaha bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

Program CSR bagi wirausaha ini tentunya dapat  mendukung program-program peningkatan kualitas dan kuantitas kewirausahaan di Indonesia yang selama ini telah dilakukan pemerintah,” kata Muhaimin.

CSR merupakan suatu bentuk tanggungjawab perusahaan yang tidak hanya berorientasi menghasilkan keuntungan usaha semata, tetapi perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungannya. Baik manfaat ekonomi, maupun manfaat sosial budaya.

 Muhaimin Iskandar menambahkan idealnya, Indonesia membutuhkan  paling sedikit 2 persen dari 238 juta orang penduduk Indonesia atau sekitar 4,76 juta orang wirausaha baru utnuk mendukung stablitas dan pertumbuhan  perekonomian negara .

“Penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai wirausahawan masih terbilang minim dan terbatas, baru mencapai 1,65  persen dari total 238 juta penduduk Indonesia,” kata Muhaimin.

Untuk mendorong pertumbuhan wirausaha di Indonesia, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus berkomitmen untuk mewujudkan penciptaan 10.000 orang wirausaha baru per tahun di 33 Propinsi melalui bantuan pelatihan dan pembinaan.  Nantinya para wirausaha  itu akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan

Ke depannya, kata Muhaimin pemerintah tengah merancang agar kurikulum kewirausahaan yang berorientasi untuk menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

”Entrepreneur atau wirausaha membutuhkan  keberanian dan keteguhan dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. Oleh karena itu, seorang entrepreneur harus memiliki sifat percaya diri yang tinggi, berorientasi pada prestasi, berani mengambil resiko, berjiwa independen, kreatif, inovatif, ulet, tekun, dan selalu berpikir positif, kata Muhaimin.

Muhaimin mengatakan untuk mengurangi angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah mendorong perkembangan wirausaha produktif di Indonesia.

Apalagi kesempatan kerja dengan berwirausaha di berbagai bidang ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh semua lulusan jenjang pendidikan mulai dari SD sampai lulusan universitas/perguruan tinggi

“Wirausaha merupakan  salah satu solusi untuk menekan tingkat pengangguran, terutama lulusan SD yang jumlahnya masih cukup besar di Indonesia.  Selain bisa menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri, wirausaha juga dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain,“ kata Muhaimin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× 6 = fifty four