Perkuat Investasi, tapi Minim CSR, Keberadaan 21 PMA di Gresik

Keberadaan 21 perusahaan asing dinilai bisa memperkuat perekonomian dan mendorong laju industri di Gresik. Perusahaan asing diharapkan menjadi mitra pengusaha lokal. Dengan begitu, produktivitas pengusaha lokal bisa meningkat.Ketua Great-LeaderAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi Suprihartono menilai peran perusahaan penanaman modal asing (PMA) masih kurang. Selama ini, peran pemodal dalam mendorong industri dan ekonomi lokal belum maksimal. Langkah perusahaan asing untuk ikut memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga minim.’’Contohnya sederhana. Banyak perusahaan yang belum melaporkan dana CSR (corporate social responsibility, Red) ke pemkab,’’ ungkap Tri Andhi. Padahal, menurut dia, CSR menjadi simbol kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Lelaki dari Probolinggo itu menyatakan bahwa harapan pengusaha lokal terhadap PMA cukup besar.

Perusahaan asing diminta untuk menjadi mitra dalam meningkatkan produktivitas. Terutama dalam suplai bahan baku. Sebab, 50 persen industri lokal masih mengandalkan bahan baku impor. Kondisi tersebut terjadi pada perusahaan-perusahaan berskala ekspor. ’’Selain bahan baku, PMA juga bisa men-support jasa dan tenaga. Termasuk tenaga kerja asingnya yang selama ini dikenal ahli,’’ tambahnya.

Tri Andhi membenarkan, PMA memang mendominasi sektor kimia dan farmasi. Kondisi tersebut terjadi karena kemampuan perusahaan lokal pada bidang itu masih kurang. ’’Sekali lagi, kendalanya di SDM (sumber daya manusia, Red) dan bahan baku,’’ jelasnya. Dia berharap kepedulian PMA terhadap UMKM terus tumbuh. Apalagi, potensi industri kreatif di Gresik cukup besar.

Terkait dengan hal tersebut, Kabid Pelayanan Perizinan Usaha, Perizinan Tertentu, dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bambang Irianto mengklaim bahwa tingginya minat PMA untuk masuk ke Gresik telah mendorong realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN). Realisasi PMDN tahun lalu meningkat bila dibandingkan dengan 2015. ’’Jumlah proyek memang turun. Namun, realisasinya tumbuh,’’ paparnya. Dia menyebutkan, ada 47 proyek PMDN dengan nilai investasi Rp 3,9 triliun pada 2015. Sedangkan tahun lalu terdapat 40 proyek dengan nilai Rp 7 triliun.

Manajer Pemasaran Kawasan Industri Gresik (KIG) Hery Setiawan optimistis jumlah PMA yang masuk ke Gresik bakal terus bertambah. Kondisi tersebut tak lepas dari kepedulian pemerintah pusat. Pemerintah telah meluncurkan fasilitas kemudahan layanan investasi langsung konstruksi (KLIK). ’’Untuk menarik investor, kami mengandalkan KLIK,’’ katanya. Dia menjelaskan, peminat fasilitas dari pusat itu cukup banyak di Gresik. Bukan hanya PMA, tapi juga PMDN.

Dinas Penanaman Modal dan PTSP Gresik mencatat, terdapat 21 PMA yang berinvestasi di Kota Pudak selama 2016. Kebanyakan bergerak di sektor padat karya. Total investasi dari PMA sebesar USD 346,1 ribu. Total perusahaan asing di Gresik mencapai 132 industri. (hen/c11/ai/sep/JPG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


one + 3 =