Sibuk Urus Plastik Berbayar, Mendingan Pemko Kelola CSR Pelaku Usaha untuk Masyarakat

csr secara umumDana CSR (corporate social responsibility) yang selama ini didengungkan pelaku usaha banyak membantu masyarakat Kota Pekanbaru, belum dirasakan secara keseluruhan. Bahkan kalangan dewan menilai, dana CSR tersebut banyak yang tidak jelas. Padahal, ribuan pelaku usaha di kota ini, harus menyisihkan keuntungannya untuk CSR. Namun kenyataannya, dana tersebut entah mengalir ke mana. Bahkan dewan sendiri tidak tahu apa bentuk CSR pelaku usaha selama ini, untuk masyarakat Kota Pekanbaru.”Sebenarnya, jika dana CSR ini dikelola dengan baik, banyak yang bisa dilakukan untuk masyarakat. Seperti halnya untuk penanganan kasus sosial yang sangat meresahkan warga, kasus perempuan dan anak di bawah umur,” kata anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi, Kamis (15/9/2016) kepada Tribunpekanbaru.com.

Kasus perempuan dan anak menjadi tren selama ini. Hampir setiap pekan terjadi di Pekanbaru. Namun penanganannya miris. Jika dana CSR tersebut dialihkan ke penanganan kasus perempuan dan anak ini, maka akan terjadi penurunan jumlah kasus.

Di APBD Pekanbaru sendiri, penanganan anggaran kasus perempuan dan anak hanya dianggarkan Rp 1,3 miliar. Jumlah ini tidak sebanding dengan kejadian yang terus menerus terjadi. Tentunya kondisi ini membuat miris, semua orangtua. Padahal Kota Pekanbaru sudah masuk kota ramah anak.

“Itu contoh kasus. Masih banyak lagi kasus-kasus lainnya. Kenapa pemerintah tidak berpikir dana CSR dialihkan ke situ. Kita heran, kenapa sekarang Disperindag justru konsen ngurus plastik berbayar, yang tidak jelas manfaatnya bagi masyarakat. Mendingan urus CSR ini secara terkelola, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya untuk masyarakat,” jelasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


four − 2 =