SKPD Diminta Jaga Fasilitas Publik meski Sumbangan CSR

CSR Training Pelatihan -Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Boy Bernardi Sadikin meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan masyarakat agar menjaga fasilitas publik yang dimiliki DKI Jakarta meskipun fasilitas publik tersebut tidak dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI dan merupakan sumbangan corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta. “Sumbangan CSR harus dijaga juga karena sudah menjadi aset daerah,” kata Boy di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Selain itu, para SKPD terkait juga harus dapat memberi pengawasan dan kontrol lebih terhadap barang CSR yang telah diberikan. Salah satu contoh barang CSR yang lolos dari pengawasan adalah bangku taman. Bangku taman yang tersedia di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin-Gatot Subroto-Medan Merdeka Barat itu sudah banyak yang rusak. Tak sedikit pula yang beberapa bagiannya sudah dicuri.

Tercatat ada 12 dari total 545 bangku taman yang rusak. Padahal, sumbangan bangku taman dari perusahaan CSR teman Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Solo itu belum ada satu tahun usianya.

“Kalau barangnya tidak dijaga, ya semua yang ada di Jakarta bakal hilang terus,” kata Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta tersebut.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar telah menginstruksikan Kepala Seksi Pengamanan dan Penertiban Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Salim untuk melakukan patroli terkait perusakan bangku taman yang berada di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Menurut dia, perusakan dengan menggergaji bangku taman termasuk dalam tindak kriminalitas.

Sekadar informasi, bangku taman yang terletak setelah halte bus transjakarta Dukuh Atas telah dirusak oleh orang tak bertanggung jawab. Besi penyangga bangku hilang dan bangku itu telah dalam keadaan miring serta reyot.

Nandar menjelaskan, saat ini yang dapat dilakukannya adalah dengan melakukan patroli dan memeriksa kerusakan bangku taman di lokasi lainnya. Sebab, apabila pengawasannya melalui penempatan seorang petugas di sebuah bangku, ia mengaku kekurangan secara tenaga maupun materi.

Selain itu, ia telah bekerja sama kepada Satpol PP, TNI, maupun pihak kepolisian lainnya. Hal itu juga untuk mengawasi kawasan Monas dan tindakan kriminalitas lainnya yang terjadi di taman di Ibu Kota.

Tak hanya itu, ia juga meminta pihak keamanan gedung perkantoran yang di depannya terdapat bangku taman untuk membantu mengawasi keberadaan bangku taman agar tidak dicuri maupun dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


3 × six =