Uni Eropa Anjurkan Perusahaan-perusahaan Eropa Peduli CSR

Pelatihan CSR | Diklat CSR

uni eropaPerusahaan-perusahaan kini mulai banyak melakukan kegiatan Corporate Social and Responsibility atau CSR agar bisnis dilakukan dengan cara-cara yang berkesinambungan. Negara Eropa yang tergabung dengan Uni Eropa, menganjurkan perusahaan-perusahaan Eropa untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan CSR ini, dua perusahaan besar yang ikut ambil bagian yaitu pabrik Yasulor sebagai pabrik L’oreal Indonesia dan IKEA Indonesia. L’oreal merupakan salah satu produk kecantikan  asal Perancis yang sudah berdiri sejak 107 tahun yang lalu. Produk ini masuk ke Indonesia pertama kali tahun 1985 dan mulai mendirikan pabrik terbesar L’Oreal di Indonesia sejak 2012. Semenjak kemunculannya di dunia, L’Oreal sangat perduli terhadap lingkungan sekitar terutama wanita dan pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan dan penghargaan bagi perempuan di bidang ilmu pengetahuan.

Program penghargaan L’Oreal Indonesia Fellowship for Women in Science dilakukan sejak tahun 2004 dan bekerja sama dengan UNESCO Indonesia. Program ini telah memberikan penghargaan pada 25 ilmuwan Indonesia.

Selain itu, L’Oreal mengadakan kompetisi science di tingkat sekolah menengah ke atas khusus untuk perempuan dengan misi ingin meningkatkan ilmuwan perempuan Indonesia sejak dini.

Program ini telah berjalan sejak tahun 2005 dan diikuti oleh 105 sekolah di seluruh Indonesia. Pada  pabrik Yosulor juga ikut ambil bagian dalam membantu 40 anak sumbing untuk operasi. Program ini bekerjasama dengan yayasan Citra Baru dan dilakukan di daerah Jawa Tengah dan Sulawesi.

Selain program-program tersebut L’oreal juga banyak melakukan berbagai program yang berbasis lingkungan. Hal ini sesuai dengan rencana mereka untuk mengurangi emisi Co2, pengurangan limbah, menggunakan engergi matahari, dan masih banyak lagi.
Berbeda dengan L’Oreal, IKEA lebih memfokuskan program CSR mereka untuk anak-anak. Salah satunya yaitu program soft toy yang didonasikan bagi anak disabilitas untuk edukasi dan perlindungan diskriminasi.

Program ini bekerja sama dengan Save The Children dan menargetkan anak-anak yang tinggal di Bandung dan sekitarnya dan telah menyentuh 405 anak. Program ini dilaksanakan sejak 9 November 2014 hingga 3 Januari 2015.

Program ini didonasikan satu Euro dari satu boneka yang terjual. Selain itu mereka juga merencanakan untuk mendonasikan setiap penjualan lampu LED untuk anak-anak di daerah konflik agar mereka bisa belajar. Namun program ini belum berjalan karena setelah program soft toys, IKEA akan melakukan program lain yaitu mendonasikan penjualan blue bag untuk menyediakan 100 knockdown Septi Tank selama dua tahun di kecamatan Penjaringan. Program ini sendiri baru berjalan di tahun 2015 nanti.

Selain melalui CSR, mereka juga menjaga kualitas produk agar aman digunakan bersama anak-anak. “IKEA memproduksi Soft Toy atau boneka yang aman digunakan anak-anak dengan menjahit secara teliti bentuk mata, bibir, dan bagian boneka lainnya sehingga aman untuk anak,” ujar Ririn Basuki, Public Relations IKEA Indonesia.

Bentuk furniture seperti meja pun dibuat seaman mungkin, apabila ujungnya dirasa tidak aman, maka IKEA akan memberikan pelindung pada setiap ujung meja tersebut. Produk yang ternyata berbahaya bagi anak dapat dikembalikan ke IKEA dan selanjutnya tidak akan diproduksi produk tersebut. (EVA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


two + 9 =