Walikota Pertanyakan Penggunaan Dana CSR Perusahaan

handWalikota Kupang, Jonas Salean, SH, M. Si mempertanyakan penggunaan dana CSR (Coorporate Sosial Responcibility) perusahaan-perusahaan di Kota Kupang. Pasalnya selama ini penyaluran dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Kupang sering disalurkan sendiri tanpa ada koordinasi dengan pemerintah daerah.Walikota Kupang, Jonas Salean, SH, M. Si menyampaikan hal ini dalam sambutannya usai mengukuhkan pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana – Antisipasi Perubahan Iklim (FPRB-API) tingkat Kota Kupang di Aula Sasando lantai tiga Kantor Walikota Kupang, Rabu (17/6/2015), yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang, dan disponsori Australian Red Cross (ARC).

Ditegaskannya penggunaan dana CSR setiap perusahaan yang beraktivitas seharusnya bisa berkoordinasi dengan pemerintah Kota Kupang, sehingga dapat disalurkan kepada masyarakat Kota Kupang yang benar-benar membutuhkan.

“Khususnya Telkomsel sesuai dengan informasi yang saya terima, omset mereka setiap bulan hampir mencapai Rp 1 Triliun. Tetapi dana CSR nya tidak diketahui disalurkan kepada siapa saja, karena pemerintah tidak pernah tahu,” tegasnya.

Karena itu, Jonas menegaskan kedepan, FPRB-API yang anggotanya diisi dari hampir semua elemen yang ada di Kota Kupang, harus mampu membangun komunikasi dengan setiap perusahaan yang ada di Kota Kupang, sehingga masyarakat Kota Kupang bisa menikmati sedikit dari uang yang mereka keluarkan dan menjadi pemasukan bagi perusahaan-perusahaan.

“Jangan sampai masyarakat kita kasih keluar uang kepada Telkomsel, tetapi dana CSR nya dibawa keluar dari Kota Kupang,” tegasnya.

Jonas juga mengharapkan dengan dikukuhkannya FPRB-API Kota Kupang, nantinya bisa menjembatani kesenjangan yang ada saat ini antara pemerintah daerah dengan perusahaan-perusahaan dalam penyaluran dana CSR, sehingga masyarakat yang berada di titik-titik rawan bencana, seperti pesisir pantai, daerah aliran sungai, dan daerah yang rawan longsor maupun kebakaran bisa mendapatkan perhatian baik pada saat bencana maupun pada saat pasca bencana.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


8 − six =